Materi PAI Kelas 8 Bab 9
Materi PAI Kelas 8 Bab 9
Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru
1. Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua
Islam mengatur hubungan antara orang tua terhadap anak, termasuk tata cara
pergaulannya. Antara orang tua dan anak masing-masing memiliki hak dan
kewajiban yang diatur dalam Islam
Dalam ajaran Islam, kedua orang tua memiliki kedudukan yang tinggi. Setiap
anak diwajibkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidain).
Birrul walidain juga diartikan sebagai berbakti kepada kedua orang tua.
Kewajiban menghormati dan mematuhi kedua orang tua termaktub di dalam
Al-Qur’an . Ada banyak ayat yang berbicara tentang hal ini, diantaranya surat
An-Nisa/4 ayat 36:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا
وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ
الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ
ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ – ٣٦
Artinya :
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu
apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat,
ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai
orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa’/4 : 36)
Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban ibadah dari Allah Swt bagi
hamba-Nya. Jadi, berbakti kepada orang tua bukan merupakan balasan anak kepada
keduanya karena telah melahirkan, merawat dan mendidik.
Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda yang artinya :
“Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” lalu beliau ditanya; “Siapakah yang
celaka, ya Rasulullah?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang Siapa
yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari
keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti
kepadanya dengan sebaik-baiknya).” Sumber : Kitab Hadis Shahih Muslim
Perilaku durhaka kepada orang tua (uququl walidain) merupakan dosa besar.
Seorang anak yang durhaka kepada orang tua akan sengsara hidupnya, baik di
dunia ini maupun di akhirat kelak.
Wahai anak shaleh, tahukah kalian bagaimana cara menghormati dan mematuhi
kedua orang tua ? Jika orang tua masih hidup maka dapat dilakukan dengan cara :
- Mendengarkan
semua perkataannya dengan penuh rasa hormat dan rendah hati.
- Membantu
pekerjaan rumah atau pekerjaan lain yang dapat meringankan beban orang
tua.
- Senantiasa
meminta doa restu.
“Tiga macam doa yang akan di kabulkan dan tidak ada keraguan pada
ketiganya, yaitu; doa orang yang di dzalimi, doanya orang musafir dan doa orang
tua kepada anaknya.” Sumber : Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah
Jika orang tua sudah meninggal, maka cara menghormati dan mematuhinya
adalah sebagai berikut:
- Menyambung tali
silaturahim dengan kerabat dan sahabat orang tua.
- Melanjutkan
cita-cita orang tua
- Mendoakan ayah
dan ibu dengan memintakan ampun kepada Allah Swt
2. Hormat dan Patuh Kepada Guru
Guru berjasa besar dalam mendidik dan mengajar kita sejak usia dini. Berkat
jasa guru kita bisa membaca, menghitung, menyanyi, dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan.
Mereka tak kenal lelah dalam mengajar dan mendidik muridmuridnya. Tanpa
bimbingan dan didikannya kita tidak akan bisa membedakan antara yang benar dan
salah, mana yang halal dan haram. Jasa guru tidak bisa dinilai dengan materi.
Islam menempatkan guru pada posisi mulia. Mereka adalah orang tua kita
setelah orang tua kandung. Menghormati dan mematuhi guru dapat dilakukan dengan
cara :
- Menyapa dan
mengucapkan salam saat bertemu
- Mendengarkan dan
menyimak dengan baik semua perkataannya
- Mengikuti
pelajarannya dengan penuh semangat
- Memandang guru
dengan pandangan penuh rasa hormat (ta’dzim)
- Hendaklah duduk
dihadapan guru dengan sopan dan tenang
Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata : “Bila kamu melihat ada
anak muda yang bercakap-cakap padahal sang guru sedang menyampaikan ilmu, maka
berputus-asalah dari kebaikannya, karena dia sedikit rasa malunya”
Guru juga berjasa dalam menanamkan akidah Islam yang lurus. Dengan akidah
yang lurus, seseorang akan hidup bahagia dunia hingga akhirat. Dalam ajaran
Islam, guru atau ulama harus dihormati dan dimuliakan. Menghormati, mematuhi
dan memuliakan guru merupakan syarat agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat
bagi orang lain. Seseorang yang memiliki ilmu yang bermanfaat akan mendapatkan
pahala sampai hari kiamat.
Daftar Pustaka :
Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Komentar
Posting Komentar